semester perdana lima hari kerja

"Kebijakan lima hari kerja, sekolah hanya berlangsung selama lima hari yaitu hari Senin sampai dengan Jumat "

Awaal tahun pelajaran 2019-2020 tak lagi sama dengan tahuntahun sebelumnya. Di tahun pelajaran ini sekolah mulai menerapkan kebijakan lima hari kerja. Pada mulanya, para siswa, guru, dan pegawai merasa terkejut karena belum terbiasa dengan pola lima hari kerja terutama bagi siswa kelas X. Proses adaptasi terasa lebih sulit bagi mereka karena sebelumnya saat masih duduk di bangku SMP, semua kegiatan pembelajaran berakhir pada pukul
13.00.Dalam kebijakan lima hari kerja, sekolah hanya berlangsung selama lima hari yaitu hari Senin sampai dengan Jumat. Kebijakan ini mengakibatkan bertambahnya jam pelajaran pada masing-masing hari sebagai pengganti jam pelajaran di hari Sabtu yang sekarang ditetapkan sebagai hari libur. Hal inilah yang mengakibatkan seluruh warga sekolah harus pulang lebih lambat satu sampai satu setengah jam per hari daripada semester sebelumnya.
 

Latar Belakang
Menurut Drs. Akh. Sigit Suyani, S.ST., M.T.,Kepala SMKN 1 Pasuruan, kebijakan lima hari kerja sebenarnya telah disampaikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tentang hari sekolah. Hanya saja SMKN 1 baru bisa menerapkannya tahun ini. Beliau menyatakan bahwa menurut pemerintah kebijakan lima hari kerja ini berbeda dengan full day school. Full day school adalah jenis penyelenggaraan pendidikan yang digunakan di beberapa sekolah tertentu “Pemerintah tidak memaksa setiap sekolah untuk menerapkan kebijakan ini. Kebijakan ini dapat dilakukan secara bertahap. Kebijakan ini bisa diterapkan di sekolah yang merasa telah siap dalam segi fasilitas dan sumber daya manusianya,” ujar Pak Sigit. Beliau menyatakan bahwa latar belakang penerapan kebijakan ini selain melaksanakan imbauan pemerintah adalah untuk mewadahi potensi siswa di bidang nonakademik yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan pada hari Sabtu.Upaya Sekolah SMKN 1 telah mengupayakan perbaikan
fasilitas sekolah serta peningkatan dan penambahan sumber daya manusia (SDM) untuk menyambut pelaksanaan kebijakan lima hari kerja ini. Pak Sigit menyatakan bahwa sekolah telah berupaya memperbaiki fasilitas sekolah seperti kantin, musala, dan sistem pengairan sehingga tidak akan ada lagi
warga sekolah yang mengeluhkan air yang macet saat memasuki waktu salat.“Kami juga telah mengirim surat pemberitahuan pada empat masjid di sekitar
sekolah terkait kebijakan ini agar mereka tidak terkejut karena banyak siswa SMK yang akan menunaikan salat Jumat di masjidmasjid tersebut,” ujar Pak Sigit.“Pembenahan fasilitas dan SDM akan terus kami lakukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah agar para siswa dapat belajar dengan nyaman,”tambahnya. Beliau menambahkan bahwa nantinya,pihak sekolah akan mempermudah siswa untuk membeli kupon pembelian produk di
kantin sehingga kelak tidak ada lagi siswa yang menghabiskan banyak waktu istirahatnya hanya untuk antre tukar kupon.Wadah Menyalurkan Potensi Nonakademik Pak Sigit menyatakan bahwa kebijakan ini memiliki beberapa kelebihan antara lain semakin banyaknya waktu bagi siswa untuk berkumpul dengan anggota keluarga serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Terutama di hari Minggu yang pada tahun ajaran lalu digunakan untuk kegiatan ekskul. Selain itu, beliau menyatakan bahwa dengan adanya tambahan waktu libur ini, siswa dapat lebih fokus mengembangkan
potensinya dengan cara mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di hari Sabtu. “Kesuksesan tidak selalu ditempuh melalui kegiatan akademik. Saya percaya, tiap siswa memiliki kelebihan masing-masing salah satunya adalah kelebihan di bidang nonakademik. Oleh karena itu, kami memfasilitasi mereka untuk mengasah potensinya dengan cara mengikuti ekstrakurikuler,” terangnya.Beliau menyatakan bahwa sekolah berusaha memfasilitasi potensi nonakademik siswa dengan menyediakan 32 jenis ekstrakurikuler yang terdiri atas ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Di tahun ini sekolah menambahkan beberapa ekstrakurikuler baru di antaranya tahfidz, panahan, robotik, dan jurnalistik. Semua ekstrakurikuler tersebut dibina dan dilatih oleh pelatih yang ahli di bidangnya. “Saya harap para siswa dapat memanfaatkan dengan baik fasilitas tersebut sehingga mereka dapat terus mengasah potensinya bahkan meraih prestasi di bidang yang mereka geluti,” ucap Pak Sigit. Bijaksana dalam Menyikapi Pak Sigit menyadari bahwa kebijakan ini pasti menimbulkan pro dan kontra di kalangan siswa, guru, maupun masyarakat.Akan tetapi, beliau mengajak semua warga sekolah dan masyarakat untuk lebih bijaksana
dalam menyikapi hal ini. Beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk melihat sisi positif dari kebijakan ini. Menurut beliau,semua perubahan ini dilaksanakan demi meningkatkan kualitas lulusan agar sesuai dengan perkembangan zaman. “Sapa sing tekun golek teken bakal tekan,siapa yang rajin berusaha mencari cara untuk meningkatkan kualitas diri maka dia akan mendapatkan kesuksesan,” ujarnya. (Red
 


Jumlah Pembaca : 269 Pembaca
Editor : Admin SMKN 1
10 August 2020 11:40:52

PELANGI S BIRU