BERITA

  • SMK Negeri 1 Pasuruan Resmikan Laboratorium Pengelolaan Bisnis Ritel Kerja Sama dengan Alfamart

    SMK Negeri 1 Pasuruan Resmikan Laboratorium Pengelolaan Bisnis Ritel Kerja Sama dengan Alfamart

    Pasuruan, 10 Mei 2017. SMK Negeri 1 Pasuruan meresmikan bussiness center sebagai laboratorium pengelolaan bisnis ritel kerja sama program pendidikan manajemen Alfamart Class. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 ini dihadiri oleh pengawas dan kepala SMK se-Kota/ Kabupaten Pasuruan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Deputy Brand Manager Alfamart cabang Malang, serta Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan bantuan dan dukungannya sehingga program kerja sama ini dapat terwujud dan berjalan dengan lancar. Kami berharap program ini dapat memenuhi harapan masyarakat yakni menciptakan calon tenaga kerja yang terampil, serta memberikan jaminan yang lebih jelas kepada siswa lulusan program keahlian pemasaran,” ucap Drs. H. Ach. Sarkawi, M.Pd. Kepala SMK Negeri 1 Pasuruan dalam sambutannya.

    Deputy Brand Manager Alfamart cabang Malang, Bapak Darmansyah Pangestu, menyatakan bahwa program kerja sama ini telah diresmikan di hadapan Gubernur Jawa Timur sejak Agustus 2015. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur merekomendasikan 50 SMK yang dianggap memenuhi syarat untuk menjalin kerja sama ini. Belliau menyatakan bahwa Alfamart Class merupakan program yang saling menguntungkan. Alfamart akan terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran dengan mengirimkan tenaga pengajar serta memberikan kesempatan bagi para siswa terpilih untuk mengikuti kegiatan magang. Dengan bekal ini diharapkan siswa menjadi lebih mengenal pengelolaan bisnis ritel modern sehingga ketika lulus mereka dapat bekerja sebagai pegawai Alfamart atau bahkan membuka bisnis ritel.

    “Dengan kerja sama ini SMK Negeri 1 Pasuruan telah melakukan langkah awal yang bagus untuk menjadi SMK mandiri. Kegiatan ini sesuai dengan program pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendorong SMK menjadi sekolah yang berbasis badan usaha daerah yang ditempuh dengan cara kerja sama dengan industri,” ujar Dr. Hudiono, M.Si.  Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Beliau berharap program ini dapat membuat sekolah mampu merencanakan bisnis yang hasilnya dapat digunakan untuk biaya operasional sekolah. Program pendidikan dua kaki ini (kerja sama sekolah dengan industri) merupakan bentuk tanggung jawab antara sekolah dengan kelompok pemitraan pemagangan. Beliau menyatakan bahwa perubahan harus terus dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap lulusan SMK terus meningkat sehingga target SMK untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berwirausaha bisa tercapai.  

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks